Dalam kunjungannya, Silmy mengapresiasi pesatnya pertumbuhan investasi di IWIP. Ia menilai kawasan industri ini sebagai motor penggerak ekonomi baru yang krusial bagi wilayah Maluku Utara.
"Fungsi keimigrasian memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem investasi. Kami memastikan dukungan penuh agar kawasan industri seperti IWIP dapat beroperasi dengan lancar demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Silmy dalam keterangan resminya.
Sinergi Lintas Lembaga
Silmy juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi untuk menjaga keberlangsungan objek vital nasional. Ia menyoroti sinergi yang telah terjalin antara:
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kemenkeu)
Badan Karantina
Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Langkah kolaboratif ini, menurut Silmy, sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pengawasan yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi para investor global di Indonesia.
Komitmen Keberlanjutan IWIP
Menanggapi kunjungan tersebut, pihak manajemen IWIP menyatakan komitmennya untuk tetap patuh pada regulasi yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa operasional kawasan akan terus mengedepankan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan.
IWIP diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pengolahan mineral, tetapi juga memberikan dampak nyata (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat di Maluku Utara melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Source: Iwip Official
MU Today | 2026
