Waspada! Maluku Utara 'Dikepung' Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Mulai 24-27 Januari 2026

 

Sofifi, MU Today — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan. Berdasarkan data BMKG, gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter berpotensi menyapu sejumlah perairan strategis.

Peringatan ini berlaku mulai 24 hingga 27 Januari 2026. Hal ini dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang bergerak cukup kencang dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot.

Daftar Wilayah 'Zona Merah' Gelombang Tinggi

Dalam surat edaran bernomor 300.2.1/ 059/BPBD, Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, merinci sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori bahaya:

1. Kategori Sangat Tinggi (2.5 - 4.0 Meter):

- Perairan Barat & Timur Laut Morotai

- Perairan Kepulauan Loloda

- Perairan Timur Kepulauan Halmahera

- Perairan Tengara Morotai dan Perairan Gebe.

2. Kategori Tinggi (1.25 - 2.5 Meter):

- Perairan Barat Daya Morotai, Batang Dua, Bitung, hingga Perairan Ternate-Tidore.

- Perairan Kepulauan Sula (Mangole, Taliabu) dan Sanana.

Instruksi Khusus untuk Nelayan dan Kapal Ferry

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator jasa transportasi laut, untuk tidak menganggap remeh kondisi ini.

"Kami menghimbau BPBD Kabupaten/Kota untuk meningkatkan koordinasi dan terus memantau kondisi terkini di lapangan. Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di laut, wajib memeriksa prakiraan cuaca dari BMKG sebelum bepergian," tulis pernyataan resmi tersebut.

Beberapa poin keselamatan yang ditekankan antara lain:

1. Perahu Nelayan: Berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1.25 m.

2. Kapal Tongkang: Berisiko jika angin di atas 16 knot dan gelombang di atas 1.5 m.

3. Kapal Ferry: Wajib waspada jika angin menembus 21 knot dengan gelombang di atas 2.5 m.

Sinoptik Cuaca: Angin Kencang dari Barat Laut

Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate menunjukkan bahwa angin umumnya bergerak dari arah Barat Laut ke Timur Laut. Kecepatan angin tertinggi tercatat mencapai 35 knot di wilayah Indonesia bagian selatan, yang secara tidak langsung berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di perairan Maluku Utara.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari aktivitas berenang di pantai sementara waktu demi keamanan.

Posting Komentar

silahkan beritahui kami

Lebih baru Lebih lama