Apa Itu Child Grooming?
Sherly menjelaskan bahwa child grooming bukanlah sebuah kejadian yang mendadak. Ini adalah proses panjang di mana pelaku berusaha membangun kepercayaan dengan korban yang masih di bawah umur.
"Tidak semua bahaya datang dengan kekerasan. Kadang datang lewat perhatian, hadiah kecil, hingga kalimat 'Tenang, saya jaga rahasiamu'," ujar Sherly dalam videonya.
Menurutnya, proses ini bertujuan untuk mengontrol anak secara perlahan, menjauhkan mereka dari orang-orang terdekat, hingga akhirnya anak merasa takut untuk berbicara atau melapor.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Bagi para orang tua, Sherly menitikberatkan pada perubahan perilaku anak yang sering kali dianggap remeh sebagai "kenakalan" biasa. Beberapa indikasi yang perlu diperhatikan antara lain:
Anak menjadi lebih tertutup.
Sikap yang sangat protektif terhadap ponsel atau perangkat digital.
Munculnya rasa cemas yang tiba-tiba.
Menarik diri dari lingkungan sosial atau keluarga.
"Ini bukan sekadar kenakalan. Bisa jadi itu cara anak untuk berkata: Saya butuh ditemani, saya butuh dibantu," tambahnya.
Langkah Pencegahan dan Dukungan
Sherly Tjoanda menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari hubungan yang aman antara orang tua dan anak. Ia mendorong terciptanya ruang bicara yang terbuka tanpa amarah, penghakiman, atau menyalahkan korban.
Bagi mereka yang pernah atau sedang mengalami situasi ini, Sherly memberikan pesan penguatan: "Ini bukan salahmu. Kamu tidak lemah, dan bercerita bukanlah sebuah aib."
Layanan Pengaduan
Sebagai bentuk tindakan nyata, ia juga membagikan nomor layanan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau ingin melaporkan kasus terkait anak melalui WhatsApp di nomor 08111-129-129.
"Melindungi anak bukan soal siapa kita, tapi soal kepedulian kita sebagai manusia. Mari kita lebih peka, lebih hadir, dan lebih cepat mendengar tanpa perlu menunggu viral," tutupnya.
MU Today Massage| Laporan ini disusun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlindungan anak dan bahaya eksploitasi di bawah umur.
.jpg)