Ternate, MU Today -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal Basarnas karena akses darat dilaporkan terputus total.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, mengonfirmasi bahwa seluruh bantuan diberangkatkan melalui Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, setelah seluruh muatan dipastikan siap pada Kamis (8/1).
"Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut karena sejumlah akses darat dan jembatan penghubung antarwilayah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Beberapa jembatan putus," ujar Samsudin kepada awak media.
Detail Bantuan Logistik
Bantuan yang dikirimkan kali ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan perlengkapan pengungsi. Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan yang diangkut menggunakan kapal Basarnas meliputi:
- Bahan Pokok: 4 ton beras, 600 kg gula, 400 liter minyak goreng, 160 karton mi instan, serta teh dan susu kaleng.
- Nutrisi Anak: 24 dus susu Lactogrow dan 62 dus susu SGM.
- Perlengkapan Tidur: 250 unit kasur, 200 lembar selimut, dan 2 unit tenda keluarga.
- Sanitasi & Pakaian: 300 paket family kit, 150 lembar terpal, serta puluhan potong pakaian (daster dan kaos).
Selain melalui kapal Basarnas, pemerintah sebelumnya telah mengirimkan bantuan tahap awal menggunakan kapal feri yang mencakup 200 unit kasur, ratusan paket makanan siap saji, serta perlengkapan dapur (kitchenware).
Fokus Tanggap Darurat
Samsudin menjelaskan bahwa pada tahap awal, prioritas tim di lapangan adalah penyelamatan dan evakuasi. Saat ini, fokus mulai bergeser pada pemenuhan logistik warga terdampak yang masih berada di pengungsian.
"Terkait penanganan jangka panjang, saat ini pemerintah masih berada pada tahap tanggap darurat, dengan fokus pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat," pungkasnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus bersiaga di lokasi bencana untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan distribusi bantuan tersalurkan secara merata ke titik-titik pengungsian yang sulit dijangkau.
source: berbagai sumber
MU Today | 2026
