Maluku Utara Siaga! BPBD Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem Mulai 19-25 Januari 2026

 




Sofifi, MU Today — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara menetapkan status kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 19–25 Januari 2026.

Peringatan tersebut dikeluarkan berdasarkan press release Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, yang menyebutkan adanya peningkatan signifikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Malfebhy Alting, dalam surat resmi bernomor 300.2.1/045/BPBD, meminta seluruh BPBD kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.

“Seluruh daerah diminta aktif berkoordinasi dan terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG serta memastikan kesiapan sumber daya dan jalur evakuasi,” demikian bunyi surat edaran BPBD yang diterima MUToday, Senin (19/1).

Potensi Banjir dan Longsor Mengintai

BPBD mengingatkan, kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga peningkatan tinggi muka air di wilayah rawan, khususnya daerah pesisir dan kawasan perbukitan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat secara cepat dan masif, termasuk terkait curah hujan tinggi dan potensi wilayah terdampak.

Imbauan Keras untuk Masyarakat

BPBD Maluku Utara turut mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya:

  1. Mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing;
  2. Menghindari aktivitas di daerah rawan banjir, longsor, dan pesisir pantai;
  3. Menjauhi pohon besar atau area rawan tumbang;
  4. Memeriksa prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara;
  5. Mengikuti informasi resmi BMKG melalui Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate.

BMKG sebelumnya menyebutkan dinamika atmosfer yang tidak stabil menjadi faktor utama meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Maluku Utara dalam sepekan ke depan.

Pemerintah Diminta Tidak Lengah

BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana.

“Kewaspadaan bersama sangat diperlukan. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bergerak lebih cepat sebelum dampak cuaca ekstrem terjadi,” tegas BPBD.

Cuaca ekstrem yang kerap melanda Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir menuntut sistem peringatan dini dan respons cepat sebagai langkah mitigasi bencana yang tak bisa ditawar.


Source: BNPB Malut & BMKG Sultan Babullah 

MU Today | 2026




Posting Komentar

silahkan beritahui kami

Lebih baru Lebih lama