Per tanggal 31 Maret 2026, perusahaan menyatakan bahwa uang triliunan rupiah yang didapat dari masyarakat saat masuk bursa saham itu sekarang sudah habis terpakai sesuai rencana.
Berdasarkan laporan resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan, Rafika Fazrin, total uang bersih yang diterima NCKL setelah dipotong biaya-biaya adalah sebesar Rp9,70 triliun. Berikut rincian kegunaannya:
- Bayar Utang Perusahaan: Sebagian besar uang tersebut digunakan untuk melunasi hutang perusahaan kepada beberapa pihak seperti PT Harita Jayaraya, PT Dwimuria Investama Andalan, serta bank OCBC.
- Perkuat Anak Perusahaan: NCKL menyetor modal dan memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan di bawah naungannya sebesar Rp3,31 triliun (34,18%).
- Belanja Alat dan Modal Kerja: Perusahaan juga menggunakan dana ini untuk belanja modal (pengeluaran modal) dan membiayai operasional harian perusahaan agar tetap berjalan lancar.
- Beli Saham Perusahaan Pengolahan Nikel: Sebesar Rp1,60 triliun (16,52%) dipakai untuk menambah kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan yang mengolah atau menjual nikel (smelter).
Dalam laporan tertanggal 2 April 2026 tersebut, NCKL memastikan bahwa saat ini sisa dana IPO mereka sudah nol alias habis tak bersisa. Artinya, semua janji perusahaan dalam prospektus (rencana bisnis) saat pertama kali menjual saham di tahun 2023 lalu sudah dilaksanakan seluruhnya.
Laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pemegang saham dan publik agar transparan dalam mengelola keuangan hasil investasi masyarakat.
Editor: Redaksi Mutoday
Sumber: Laporan Realisasi Penggunaan Dana NCKL per 31 Maret 2026
