Perkuat Infrastruktur Ibu Kota, Pemprov Malut Matangkan Kesiapan Lahan Markas Kodam di Sofifi

 


SOFIFI, MUTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat transformasi Sofifi sebagai pusat pemerintahan yang mandiri. Salah satu langkah strategi yang tengah digodok adalah kesiapan kesiapan lahan untuk pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Maloku Kie Raha.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar instansi instansi vertikal di ibu kota provinsi. Kehadiran Kodam baru diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan wilayah, tetapi juga memberikan efek domino bagi perputaran ekonomi dan stabilitas stabilitas di Maluku Utara.

Foto: humas Pemprov Malut 

Fokus pada Legalitas Lahan

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung awal April ini, verifikasi dokumen lahan menjadi prioritas utama. Lokasi yang direncanakan menempati kawasan eks PT Darko di Sofifi kini tengah ditinjau ulang untuk memastikan status hukum yang bersih (clean and clear) sebelum diserahterimakan kepada pihak TNI.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi administrasi data. Langkah ini diambil untuk menghindari kendala hukum di masa depan serta memastikan bahwa aset daerah yang dihibikan benar-benar siap untuk dikembangkan secara fisik.

Foto: humas Pemprov Malut 

Dukungan Terhadap Keamanan Industri

Selain fungsi pertahanan, pembentukan Kodam Maloku Kie Raha memiliki urgensi tinggi dalam mengawal stabilitas investasi. Seiring dengan masifnya perkembangan hilirisasi industri di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan, keberadaan komando militer setingkat Kodam di ibu kota akan mempercepat koordinasi keamanan obyek vital nasional.

“Pembangunan infrastruktur militer ini adalah bagian dari ekosistem ibu kota. Jika kebijakan perlindungannya kuat, maka iklim investasi dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas juga akan meningkat,” ungkap sumber internal di lingkungan Pemprov Malut.

Target Kedepan

Saat ini, rencana tersebut telah masuk dalam meja pembahasan Mabes TNI. Sambil menunggu keputusan akhir terkait penganggaran dan instruksi teknis dari pusat, Pemprov Malut fokus menyelesaikan kewajiban daerah terkait strategi penyediaan lahan.

Dengan hadirnya Kodam Maloku Kie Raha, Maluku Utara nantinya akan memiliki independensi administratif pertahanan, yang selama ini masih berada di bawah naungan Kodam XV/Pattimura di Ambon. Hal ini diprediksi akan mempercepat pelayanan publik yang bersinggungan dengan sektor keamanan dan pelatihan teritorial di bumi Maloku Kie Raha. (MU/Merah)

Catatan Editor: Berita ini disusun berdasarkan data koordinasi pemerintah daerah per April 2026 sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi mengenai strategi pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.

Posting Komentar

silahkan beritahui kami

Lebih baru Lebih lama

Social

📢

Pasang Iklan Anda

Jangkau lebih banyak orang dan tingkatkan penjualan.

MASANG SEKARANG