Di tengah hujan yang masih berlangsung, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Wakil Wali Kota Nasri Abubakar dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara Saleh Talib, S.T., M.T., turun langsung meninjau kondisi luapan air dan genangan di wilayah Ternate Utara.
Beberapa titik yang dipantau antara lain Kelurahan Salero, Siko, Akehuda, dan Tafure—wilayah yang selama ini dikenal memiliki kerentanan terhadap banjir saat curah hujan tinggi. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kondisi warga tetap aman dan terkendali.
Langkah cepat ini sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, yang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi di Maluku Utara selama periode 5–11 Januari 2026.
Wali Kota Ternate menegaskan pentingnya penanganan banjir secara menyeluruh dan terintegrasi, mengingat banyak permukiman warga berada dekat dengan aliran air. Ia juga menyampaikan perlunya kajian ulang penanganan banjir skala kota bersama Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai, agar risiko banjir dapat diminimalkan ke depan.
Di tengah cuaca ekstrem, langkah sigap pemerintah dan kehadiran langsung di lapangan menjadi pesan kuat bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.
Sumber : Kominfo Ternate
MUToday | 2026
%20menyebabkan%20genangan%20air%20di%20.jpg)