Gelela, MU Today — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Halmahera Utara menyebabkan banjir besar hingga mengakibatkan Jembatan Kali Aru putus, Jumat (hari ini). Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Galela–Loloda dengan Kota Tobelo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, jembatan yang berada di Desa Bobisingo, Kecamatan Galela Utara, tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang membawa material kayu dan lumpur dari hulu.
“Air naik cepat, kayu-kayu besar ikut terbawa arus dan menghantam bagian bawah jembatan sampai akhirnya putus,” ujar salah satu warga Bobisingo kepada MU Today.com.
Dari pantauan di lokasi, terlihat struktur jembatan bagian tengah amblas, sementara material kayu dan bebatuan menumpuk di sekitar aliran sungai. Kondisi ini membuat akses transportasi warga lumpuh total, khususnya bagi pengendara yang biasa melintas dari wilayah Galela menuju Tobelo dan sebaliknya.
Warga mengaku hujan deras telah berlangsung selama beberapa jam sebelum banjir terjadi. Sungai Kali Aru yang biasanya dapat dilintasi, meluap secara tiba-tiba dan berubah menjadi arus deras berwarna cokelat pekat.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh, sementara sebagian lainnya memilih menunda perjalanan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat serta memastikan pembangunan kembali jembatan yang rusak, mengingat jalur tersebut merupakan penghubung utama antarwilayah di Halmahera Utara.
Sumber: ballastv23
MU Today 2026