Sofifi, MUToday.id — Kualitas udara di wilayah Maluku Utara (North Maluku) berada dalam kondisi memprihatinkan setelah pemantau kualitas udara global, IQAir, merilis data terbaru mengenai lonjakan polusi udara dan titik kebakaran hutan aktif.
Berdasarkan pemantauan IQAir per 12 Oktober pukul 16.45 WIT, indeks kualitas udara (AQI) dan konsentrasi polutan mikroskopis PM2.5 di puluhan lokasi berada dalam kategori tidak sehat bagikelompok sensitif hingga buruk.
Kebakaran Hutan Capai 2.851 Hektar di Halmahera Timur
Salah satu pemicu utama penurunan kualitas udara secara drastis ini adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di Halmahera Timur (East Halmahera Regency).
Data IQAir mencatat area kebakaran hutan aktif telah mencapai 2.851 hektar. Peringatan kebakaran (Fire Alert) telah diterbitkan untuk wilayah Halmahera Timur, di mana asap kebakaran berdampak langsung pada kota-kota terdekat seperti:
- Subaim: AQI 102 (Tidak Sehat)
- Maba: AQI 113 (Tidak Sehat)
- Buli: AQI 113 (Tidak Sehat — Kota Terpolusi Terdekat dari Titik Api)
- Laiwui: 129
- Sanana: 113
- Labuha: 111
- Dufa-Dufa: 110
- Petani: 110
- Mafo: 109
- Buli: 108 / 113 (Peningkatan akibat Karhutla)
- Maba: 108 / 113 (Peningkatan akibat Karhutla)
- Weda: 108
- Sofifi: 105
- Ternate: 100
- Tobelo: 92 (Kategori Sedang)
Dua Faktor Pemicu Utama Krisis Udara
- Sebaran Asap Kebakaran Hutan (Karhutla) Kebakaran vegetasi seluas lebih dari 2.800 hektar di Halmahera Timur menghasilkan sebaran asap pekat yang terbawa angin ke wilayah dataran rendah dan pesisir.
- Aktivitas Industri Tambang & Mobilitas Berat: Kawasan pusat hilirisasi nikel seperti Weda, Maba, dan Buli terus mencatatkan angka AQI di atas 100. Operasional pembangkit listrik emisi tinggi, aktivitas tambang, dan lalu lintas kendaraan berat memperparah akumulasi partikel PM2.5 di udara.
- Gunakan Masker: Wajib menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah Laiwui, Sanana, Labuha, Weda, Buli, Maba, dan sekitarnya.
- Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Khusus bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, wanita hamil, dan penderita penyakit asma atau ISPA.
- Jaga Kualitas Udara Dalam Ruangan: Tutup jendela untuk mencegah asap masuk dan gunakan pemurni udara (air purifier) jika memungkinkan.
